Beberapa minggu terakhir siaran televisi lokal di rumah saya gambarnya sangat buruk. Biasanya kalau ada siaran yang gambarnya jelek begitu, saya tinggal putar-putar tiang antenanya karena seringnya penyebabnya adalah angin kencang yang bikin antena berubah arah. Tapi akhir-akhir ini walaupun sudah diputar sedemikian rupa, tetap saja buruk. Kesimpulan saya, pasti karena antena yang saya pakai selama ini sudah rusak atau komponennya berkarat. Padahal siaran televisi lokal bagi saya sangat-amat penting untuk menjamin kelangsungan hobi saya nonton bola (diacak kalo pake Indovision/Telkomvision).
Mau pergi ke daerah pusat kota untuk beli antena, males banget karena jauh. Ngomong-ngomong, saya tinggal di daerah pinggiran kota Makassar nan indah lagipula asri, daerah yang dikenal dengan nama keren: Sudiang.
Akhirnya saya menyambangi Oom Gugel untuk mencari-cari artikel tentang bagaimana membuat sendiri antena UHF sederhana dengan hasil yang memuaskan. Ketemu disini! Dengan semangat 45, saya membulatkan tekad untuk membuat sendiri antena sederhana tersebut. Bukan apa-apa, ntar malam ada siaran langsung pertandingan bola antara klub favorit saya, AC Milan, versus AS Roma yang haram untuk saya lewatkan.
Menurut sumbernya, bahan-bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1. Seng
2. Kayu
3. Paku
Sudah, itu saja. Gampang kan? Karena di rumah banyak balok kayu dan paku, jadi yang saya butuhkan cuma seng. Ok, dengan diiringi doa, sayapun berangkat ke toko bahan bangunan dekat rumah untuk beli selembar seng dengan harga 19 ribu perak.
Setelah semua bahan lengkap, lembaran seng itu harus dipotong seperti ini…
Dengan menggunakan pemotong seng, spidol, palu dan meteran, mulailah saya serius membuat antena tersebut seperti pada gambar diatas dan petunjuk dari sini.
Sy mulai memutilasi seng yang malang itu. Hasilnya seperti ini:
Ada yang kurang. Untuk menghubungkan plat seng yang kotak dengan yang bentuk kupu-kupu, saya butuh sepotong kayu sepanjang 11 cm.
Kayu diatas kepanjangan dan masih harus dipotong. Saya mencari-cari gergaji, mana ya gergaji tuaku…?
Potongan kayu 11 cm sudah selesai digergaji, plat seng kotak sudah jadi, yang bentuk kupu-kupu pun siap. Sekarang tinggal menghubungkan semuanya dengan paku. Hasilnya seperti ini:
Nah, antena darurat saya sudah jadi. Sekarang tinggal dipasang. Oya, kabel coaxial yang menghubungkan antena dengan TV itu dipasangnya di kupu-kupunya. Jadi batang kawat tembaga di kupu-kupu kiri, dan yang serabut di kanan, atau sebaliknya, suka-sukalah. Yang penting tidak bersentuhan dan terpasang kuat. Kalau perlu disolder sekalian.
Sekarang, tinggal dites. So, antena kupu-kupu ini saya pasang di tiangnya, saya arahkan dengan benar, trus saya colok ke TV….. daaaannn…..jreeeeenggg….hasilnya luar biasa! Jauh lebih bagus daripada antena yang biasa dibeli di toko. Siaran televisi lokal di rumah saya jadi jernih sekali. Yah, walaupun TransTV dan Trans7 masih agak kotor, tapi yang lain sangat bersih, jauh lebih bersih dari sebelum-sebelumnya.
Setelah urusan antena selesai,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar